Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Terlantar di Eropa, Konser Batal Usai Ditipu Promotor
--
FISHERYSKILL ID - Berikut adalah informasi mengenai Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!
Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet terheran-heran. Salah satunya adalah kabar dari band extreme metal asal Indonesia, Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit yang terlantar di Eropa.
Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!
Konser Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit
Tur Eropa band metal Indonesia Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit bersama promotor Diablo Productions, yang mencakup konser di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, telah dibatalkan.
Pembatalan konser ketiga band tersebut terjadi setelah tempat konser di London, The Underworld Camden, menyatakan bahwa promotor belum secara resmi memesan atau menyewa tempat tersebut.
Baca juga: Bikin Heboh! Mobil Listrik Aa Juju Rusak Padahal Baru Beli, Pihak Hyundai Sampaikan Permintaan Maaf
Pihak tempat konser juga mengklaim mengalami kesulitan menghubungi promotor, sementara para musisi dilaporkan sudah berada di tur Eropa mereka dan terpengaruh oleh pembatalan tersebut.
Selain kesulitan menghubungi promotor, The Underworld Camden juga mempertanyakan keabsahan tiket yang dijual melalui Eventbrite.
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa beberapa aspek tur, seperti tempat konser, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, belum diatur seperti yang dijanjikan.
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Ditipu Promotor
Menurut unggahan Instagram oleh The Underworld Camden (@theunderworldcamden) pada 17 Agustus 2026, konser DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit yang dijadwalkan malam itu di London dibatalkan setelah pihak penyelenggara menyatakan tidak dapat menjamin pertunjukan akan berlangsung.
The Underworld Camden mengklaim bahwa promotor, Diablo Productions, yang terkait dengan Anna Bikuna, tidak dapat dihubungi, tidak menanggapi komunikasi, dan belum membayar atau menyewa tempat untuk konser tersebut.
Pihak penyelenggara juga menyatakan bahwa promotor telah menghapus halaman Facebook mereka dan menonaktifkan tag dan pesan di Instagram, sehingga status konser menjadi tidak pasti.
Pembatalan tersebut memengaruhi tiga band Indonesia—Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit—serta band pendukung lokal, Incarcerated, yang sedang tur di Eropa.
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit dalam pernyataan resmi, menjelaskan bahwa masalah dengan Diablo Productions tidak hanya mencakup pembatalan dua konser, tetapi juga beberapa aspek tur yang sebelumnya dijanjikan dan disepakati, seperti tempat konser, transportasi, akomodasi, dan komunikasi.
Mengenai konser di London, mereka menyatakan bahwa pihak tempat konser akhirnya menghubungi mereka langsung melalui Instagram dan memberi tahu bahwa Diablo Productions belum secara resmi memesan atau menyewa tempat tersebut.
"Beberapa aspek yang dijanjikan dan disepakati, seperti tempat konser, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, tidak dipersiapkan atau dilaksanakan dengan baik. Salah satu masalah muncul selama konser di London, yang akhirnya dibatalkan oleh pihak tempat konser," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Dilaporkan, pihak tempat konser juga berulang kali mencoba menghubungi promotor melalui email dan telepon untuk konfirmasi, tetapi tidak mendapat tanggapan.
Akibatnya, konser di London dibatalkan, dan para musisi Indonesia, yang sedang tur di Eropa, mengalami gangguan serius pada jadwal mereka.
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit menjelaskan bahwa masalah mereka dengan Diablo Productions mencapai titik kritis setelah penampilan mereka di Lost Lane di Dublin, Irlandia. Setelah konser, promotor tersebut diduga gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk pemberhentian mereka berikutnya.
Situasi ini mencegah band ketiga tersebut melanjutkan tur yang dijadwalkan ke Cork, Irlandia, dan London, Inggris, yang akhirnya menyebabkan pembatalan pertunjukan di kedua kota tersebut.
Para musisi menyatakan bahwa mereka sebelumnya telah mencoba menyelesaikan masalah tersebut secara internal dan kooperatif selama proses tersebut, tetapi tidak berhasil.
Terlepas dari kekecewaan mereka, band ketiga tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan tur Eropa mereka. Mulai 20 Agustus 2026, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit akan melanjutkan perjalanan mereka dari Eindhoven, Belanda, dan kemudian melakukan perjalanan ke kota-kota lain dengan DF Bookings, yang mereka gambarkan sebagai promotor berpengalaman di kancah musik ekstrem dan mitra lama.
Itulah informasi mengenai Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit yang terlantar di Eropa. Pastikan kamu mengikuti kami terus untuk mendapatkan informasi terbaru!