Wednesday 19th of August 2026

Pendaki Gunung Slamet Asal Brebes Jatuh ke Kawah, Ditemukan Tewas di Kedalaman 20 Meter

Pendaki Gunung Slamet Asal Brebes Jatuh ke Kawah, Ditemukan Tewas di Kedalaman 20 Meter

--

FISHERYSKILL ID – Seorang pendaki remaja asal Sirampog, Kabupaten Brebes bernama M Fahri Maulana tewas setelah terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet. Jenazah korban lalu dievakuasi melalui Basecamp Guci, Kabupaten Tegal. Begini kronologinya.

Senin, 17 Agustus 2026

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengungkapkan bahwa korban mendaki pada Senin 17 Agustus 2026. Ia naik melalui Basecamp Sawangan Tegal.

"Korban bersama rombongan naik tanggal 17 (Agustus), untuk jam dan jumlah rombongan akan ditanyakan kembali ke pihak basecamp. Korban mendaki lewat Basecamp Sawangan Tegal," ujar Budiono saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa 18 Agustus 2026.

Baca juga: WP Suami Ade Fitria Ningsih Siapa? Viral di Media Sosial Usai Kepergok Jalan dengan Perempuan Muda

Baca juga: VIRAL! Sosok Guru SMK Purnama Bakti Disorot Netizen, Ketahuan Selingkuh dengan Murid Sendiri!

Korban diketahui bernama M. Fachri Maulana (16), warga Dukuh Pakeleran, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampok, Kabupaten Brebes. Ia dilaporkan terjatuh ke kawah Gunung Slamet ketika melakukan pendakian pada Selasa 18 Agustus 2026.

Proses evakuasi melibatkan Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Cilacap, dan juga berbagai unsur potensi SAR. Medan yang terjal juga memiliki risiko tinggi menjadi salah satu tantangan dalam proses penyelamatan.

Seusai melakukan koordinasi dan persiapan, tim bergerak menuju lokasi korban. Pada Selasa 18 Agustus 2026 sekitar pukul 18.30 WIB, Search and Rescue Unit (SRU) 1 berhasil mencapai lokasi dan melakukan proses evakuasi.

 

Korban ditemukan berada di kedalaman sekitar 20 meter dari bibir kawah. Seusai berhasil dievakuasi, korban kemudian diturunkan menuju Pos 4 melalui jalur Basecamp Permadi.

Baca juga: Polemik Sopir Alphard VS Ojol Kini Berdamai, Kepemilikan Mobil Diduga Atas Nama CV ARDHITYA ARTHA BARUNA

Baca juga: Pendekar Pagar Nusa Asal Tuban Meninggal Dunia Usai Hadiri Acara, Diduga Karena Penganiayaan dan Pembakarn?

Proses evakuasi dilanjutkan sampai dengan korban berhasil tiba di Basecamp Permadi pada Rabu 19 Agustus sekitar pukul 02.15 WIB. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Bumijawa, Kabupaten Tegal, sebagai upaya penanganan lebih lanjut.

Dengan berhasil dievakuasinya korban, pada pukul 02.30 WIB Operasi SAR Gabungan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat lantas kembali ke satuan masing-masing.

Pada operasi tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Cilacap bersinergi dengan USS Pemalang, USS Banyumas, TNI, Polri, BPBD, PMI, potensi SAR, pengelola basecamp, relawan, serta masyarakat.

Kantor SAR Cilacap menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang sudah bekerja maksimal dalam proses pencarian dan evakuasi korban di tengah kondisi medan Gunung Slamet yang sulit serta berisiko.

Dengan demikian, operasi evakuasi pendaki yang terjatuh ke kawah Gunung Slamet tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian dilaporkan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST