Polemik Sopir Alphard VS Ojol Kini Berdamai, Kepemilikan Mobil Diduga Atas Nama CV ARDHITYA ARTHA BARUNA
--
FISHERYSKILL ID – Sebuah tragedi kearoganan di jalan raya mendadak viral dan menuai kecaman publik. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban perusakan sepeda motor yang dilakukan oleh pengemudi mobil mewah Toyota Alphard, meskipun sang driver sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas ketidaksengajaannya.
Peristiwa tersebut berawal ketika sepeda motor yang dikendarai pengemudi ojol tidak sengaja menyenggol bagian kaca spion mobil Alphard di tengah padatnya arus lalu lintas.
Menyadari kekhilafannya, bapak driver ojol segera menghentikan kendaraan kemudian langsung meminta maaf secara baik-baik.
Akan tetapi, iktikad baik tersebut justru direspon dengan tindakan anarkis dan arogan. Pengemudi mobil Alphard tersebut mengambil sebuah batu dan menghancurkan sepeda motor milik pengemudi ojol yang adalah satu-satunya sarana untuk mencari nafkah keluarga.
Tindakan main hakim sendiri (eigengerichte) serta perusakan barang milik orang lain tersebut sangat disayangkan, terlebih korban telah menunjukkan iktikad baik sebagai upaya bertanggung jawab secara kekeluargaan.
Rekan-rekan komunitas ojek online beserta masyarakat berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti insiden tersebut serta memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
Berdasarkan penelusuran data kendaraan (Cek Ranmor Jakarta), detail identitas mobil Alphard yang terlibat dalam insiden tersebut yakni sebagai berikut:
- Nomor Polisi (Nopol): B 1216 PIV
- Merek / Tipe: Toyota Alphard 2.5 G AT (Minibus)
- Tahun Pembuatan: 2017
- Warna: Silver Metalik
- Atas Nama Kepemilikan: CV ARDHITYA ARTHA BARUNA
Adapun pada video terpisah, sopir Alphard tersebut sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Sopir Alphard juga berjanji untuk melakukan ganti rugi kerusakan yang disebabkan oleh arogansinya tersebut.
"Buat tadi mohon maaf Pak, tolong jangan dendam ke saya Pak. Kerusakan motor nanti saya akan ganti nanti ke bengkel mana atau memang bapak mau benerin sendiri terserah saya tanggung jawab. Saya mohon maaf," ucapnya dalam video yang diposting manangseobeti_official.
Perilaku sopir Alphad dapat dibilang tergolong road rage. Praktisi Road Safety & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kemudian menerangkan bahwa road rage merupakan perilaku agresif atau arogan yang ditunjukkan oleh pengendara kepada pengguna jalan lainnya.
Jusri membeberkan pemicu pengemudi agresif di antaranya berhubungan dengan kekuasaan seperti pejabat, organisasi masyarakat, instansi hukum, rombongan seperti iring-iringan jenazah, motor fans club, serta sebagainya.
Bukan hanya itu saja, dimensi kendaraan yang lebih besar, mahal serta mewah juga berpotensi jadi pemicu road rage.