Thursday 20th of August 2026

Kebakaran Hutan Kalimantan Makin Mengganas, Asap Pekat dan Ribuan Titik Panas Karhutla Terdeteksi

Kebakaran Hutan Kalimantan Makin Mengganas, Asap Pekat dan Ribuan Titik Panas Karhutla Terdeteksi

--

FISHERYSKILL ID - Berikut adalah informasi mengenai Kebakaran Hutan Kalimantan yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla sampai saat ini masih mengancam wilayah Kalimantan. Dampak dari besarnya karhutla dalam beberapa hari terakhir terasa di beberapa lokasi terutama kabut asap pekat.

Baca juga: Siapa Artis Inisial EJR? Viral di Threads Usai Diduga Terseret Dugaan Pelecehan Bersama dengan Penyanyi NB

Baca juga: Innalillahi! Jasad Dicky Alfarizi Wibawan Ditemukan di Sungai Brantas Sidoarjo, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Kami telah merangkum sejumlah lokasi di Kalimantan yang terdampak karhutla di bawah ini:

1. Banjarbaru

Kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mencapai tingkat Berbahaya atau Sangat Tidak Sehat pada Rabu pagi (19 Agustus) akibat kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan konsentrasi PM2.5 menjadi 389,4 mikrogram per meter kubik, jauh melebihi ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori ini.

PM2.5, atau partikulat, merujuk pada partikel di udara dengan diameter 2,5 µm (mikrometer) atau lebih kecil. Tingkat PM2.5 yang lebih tinggi di udara menimbulkan risiko yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat.

Menurut Windy, seorang warga Liang Anggang, Banjarbaru, kebakaran hutan dan lahan telah terjadi selama beberapa minggu, tetapi kabut asap semakin memburuk minggu ini.

2. Palangka Raya

Kabut asap juga melanda kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai Selasa (18/8) pagi. Asap ini terlihat di sejumlah ruas jalan, khususnya di kawasan Jalan Tingang hingga Kecamatan Jekan Raya.

Tak hanya membatasi jarak pandang, kabut asap ini juga meningkatkan kekhawatiran risiko gangguan kesehatan, terutama pada masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

Melansir Antara Kalteng, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya melaporkan 261.41 hektare lahan terbakar di sejumlah kecamatan di Palangka Raya.

Baca juga: Profil Rachel Florencia, Artis Ternama yang Baru Saja Gelar Pernikahan dengan Dikta YUVIE NUNO

Baca juga: VIRAL! Link Video Sabar yang Sabar Full Durasi HD, Isinya Bikin Syok Berat!

“Selama periode 1 Juni hingga 19 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 298 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 261.41 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya diikuti wilayah di Kecamatan Sabangau,” jelasnya.

3. Kotawaringin Barat

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah mendeklarasikan keadaan darurat akibat kebakaran hutan dan lahan dari tanggal 21 Agustus hingga 4 September 2024. Deklarasi darurat ini menyusul peningkatan jumlah kebakaran hutan dan lahan, menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat yang diperbarui pada Selasa, 18 Agustus, pukul 09.00 WIB.

"Jumlah kejadian dan kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita kembali meningkat. Saat ini, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 859,49 hektar. Tercatat 189 kejadian dan 461 kebakaran," kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah pada Rabu, 19 Agustus.

Baca juga: Profil Rachel Florencia, Artis Ternama yang Baru Saja Gelar Pernikahan dengan Dikta YUVIE NUNO

Luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan terbesar berada di Kabupaten Kumai dan Arut Sur (Arsel). Di Kabupaten Kumai, 584,41 hektar terbakar, dengan 63 kejadian dan 124 kebakaran. Sementara itu, di distrik Arsel, area yang terbakar mencapai 180.475 hektar, dengan 98 insiden dan 226 kebakaran hutan dan lahan.

4. Pontianak

Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat kualitas udara terburuk di Indonesia pada Kamis pagi, 20 Agustus. Menurut data dari situs pemantauan kualitas udara IQAir, pada pukul 06.56 WIB, Pontianak mencapai kategori "tidak sehat" dengan skor 191.

Konsentrasi PM2.5 di Pontianak mencapai 112 µg/m³, 22,4 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini disebabkan oleh dampak kebakaran hutan dan lahan, yang menyebabkan kabut asap di wilayah Pontianak. Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan keadaan darurat akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Baca juga: Profil dan Biodata Shahnaz Soehartono, Presenter Ternama yang Baru Saja Ungkapkan Perasaan Gundah di Hari Kemerdekaan

Di Kalimantan Barat saja, terdapat 4.041 kebakaran aktif. Dari jumlah tersebut, 3.560 berada pada tingkat sedang dan 352 pada tingkat tinggi. Sementara itu, Pontianak juga memiliki beberapa titik api, seperti Jalan Sepakat II Ujung dan beberapa titik api kecil lainnya di bagian utara Pontianak.

Kabut asap yang melanda Pontianak dilaporkan juga dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan di distrik-distrik sekitarnya seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak.

Itulah informasi mengenai Kebakaran Hutan Kalimantan yang makin mengganas dan viral di media sosial. Pastikan kamu mengikuti kami terus untuk mendapatkan informasi terbaru!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST