Misteri Kematian Dokter di PPDS Siak Riau Terungkap Diduga Akhiri Hidup Dengan Prosedur Suntik Mati, Begini Faktanya
--
Fisheryskill ID – Masih menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia! Berikut ini kami sampaikan khusus untuk kamu pada kesempatan kali ini yang mengulas mengenai kasus kematian dokter di Siak. Nah, supaya tidak ketinggalan informasinya langsung saja simak update selengkapnya di bawah ini!
Mengusut mengenai penyebab tewasnya dokter Alex Cristo Loris (30) yang diduga meninggal dengan cara menggunakan suntik mati, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak, Riau, telah menuntaskan penyelidikan kasus kematiannya.
Misteri Kematian Dokter di PPDS Siak Riau Terungkap
Mengungkap hasil penyelidikan ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan bahwa penyelidikan kematian korban dilakukan secara ilmiah atau scientific crime investigation).
"Dari hasil otopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, serta psikologi forensik, penyidik menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat korban sendiri," jelasnya kepada awak media pada Selasa (4/8/2026).
Satreskrim Polres Siak menyimpulkan bahwa tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Diketahui sebelumnya bahwa warga Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, dihebohkan dengan penemuan mayat pria di semak belukar di samping pagar luar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Selasa (14/7/2026) siang.
Korban merupakan warga asal Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.
Kronologi Kejadian Tewasnya Dokter Alex Cristo Loris
Dalam keterangannya kepada awak media, Kosmos menjelaskan, sejak dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak, ini ditemukan tewas, petugas melakukan serangkaian penyelidikan.
"Dari rekaman CCTV yang diambil dari 2 sumber, menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Tidak terlihat ada orang lain bersama korban," kata Kosmos.
Hasil otopsi menyatakan terdapat bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban, yang diduga sebagai jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh korban. Sementara itu, hasil pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban.
"Ahli forensik menyimpulkan kematian disebabkan efek Rocuronium yang mengakibatkan kelumpuhan total otot pernapasan, sehingga korban mengalami mati lemas (asfiksia)," jelas Kosmos.
Ditemukan adanya memar pada kepala tidak menjadi penyebab kematian, sedangkan luka-luka lain pada tubuh korban merupakan luka pasca kematian karena aktivitas serangga.
"Pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau, juga menguatkan bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, sehingga menunjukkan jarum tersebut digunakan oleh korban sendiri dan mengandung Rocuronium," jelas Kosmos.
Maka dari itu disimpulkan dari seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu, dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans, melakukan penyisiran di area semak belukar, yang sebelumnya menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman kamera CCTV.
Sekian yang bisa kami sampaikan mengenai kejadian kali ini. Semoga Dokter Alex Cristo Loris diterima di sisi-Nya dalam damai dan keluarga serta orang terdekat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan pundak yang kuat. Akhir kata, terimakasih!