Usai Viral Protes Bantuan Gempa ke BNPB, Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman Mundur dan Pilih Jadi Relawan
--
FISHERYSKILL ID – Kabar mengejutkan datang dari birokrasi pemerintahan daerah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Supratman, secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya. Langkah ini diambil tidak lama setelah video yang memperlihatkan dirinya sedang emosional dalam memprotes distribusi bantuan bagi korban gempa bumi viral dan memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial.
Keputusan pengunduran diri yang diambil di tengah situasi pemulihan pascabencana ini mengundang berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak pihak yang menyayangkan keputusannya karena menilai sang camat hanya sedang memperjuangkan hak warga yang terdampak bencana. Meski demikian, Agustinus memastikan bahwa langkah ini telah dipertimbangkan secara matang bersama pihak keluarga terdekatnya.
Kronologi dan Alasan Pengunduran Diri
Agustinus Supratman mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri secara resmi kepada Bupati Manggarai Timur sejak tanggal 23 Agustus 2026. Momentum tersebut berselang hanya beberapa hari setelah rekaman video aksi protesnya beredar luas dan mendapat sorotan tajam secara nasional.
Dalam video yang viral sebelumnya, Agustinus tampak sangat emosional saat melakukan koordinasi lapangan. Dirinya menyampaikan keberatan serta protes keras kepada seorang petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait teknis penyaluran bantuan gempa yang dinilai tidak proporsional dan menyulitkan aparat di tingkat kecamatan.
Ia mengaku mendapatkan tekanan moral yang sangat besar dari masyarakat di wilayah kerjanya. Dalam potongan video tersebut, Agustinus sempat melontarkan kalimat tegas yang menceritakan dilemanya sebagai kepala wilayah. Dirinya menjelaskan harus membagi logistik bantuan ke 11 desa yang semuanya menuntut hak yang sama. Ia menyatakan tidak setuju dengan mekanisme dari petugas pusat karena seluruh kepala desa melayangkan protes serta berteriak langsung kepadanya.
Tegaskan Keputusan Murni dari Keluarga Tanpa Tekanan
Mencuatnya kabar ini menimbulkan spekulasi di tengah netizen bahwa sang camat sengaja dipaksa mundur oleh pihak tertentu atau mendapatkan intimidasi dari struktur kekuasaan yang lebih tinggi. Menanggapi isu miring tersebut, Agustinus Supratman langsung memberikan klarifikasi tertulis untuk meluruskan situasi agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Ia menegaskan secara berulang bahwa keputusan untuk meletakkan jabatan struktural ini diambil secara sukarela atas kehendak pribadinya. Langkah berat ini diputuskan setelah dirinya melakukan diskusi mendalam bersama keluarga kecilnya. Dirinya meyakinkan publik bahwa tidak ada satu pun pihak luar yang melakukan penekanan atau pemaksaan agar dirinya melepas jabatan sebagai camat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keputusan ini dinilai sebagai jalan terbaik demi kebaikan bersama dan menjaga stabilitas roda pemerintahan di wilayah Lamba Leda Utara. Melalui surat yang dikirimkan kepada bupati, semua urusan kedinasan kantor kecamatan serta kelanjutan penanganan bencana untuk sementara waktu telah ia delegasikan kepada Kepala Seksi Pelayanan Umum, Efrid, selaku koordinator pelaksana harian hingga ada keputusan definitif dari pejabat pembina kepegawaian daerah.
Meskipun secara administrasi tidak lagi menjabat sebagai Camat Lamba Leda Utara, Agustinus menyatakan bahwa komitmen dan rasa cintanya terhadap warga setempat tidak akan pernah luntur. Ia menegaskan tidak akan meninggalkan masyarakat yang saat ini masih berjuang menghadapi dampak bencana alam di lapangan.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Agustinus memilih untuk beralih peran dengan mendaftarkan diri secara swadaya sebagai relawan kemanusiaan non-pemerintah. Melalui jalur independen ini, ia mengaku akan tetap aktif turun langsung ke posko-posko pengungsian untuk mengawal distribusi bantuan logistik, mendengarkan keluhan warga, serta membantu pemulihan fasilitas publik di Lamba Leda Utara agar bisa berjalan secara berkeadilan.
Sikap konsistennya untuk tetap membantu korban gempa meski sudah tidak memegang jabatan struktural menuai apresiasi serta simpati baru dari warga NTT. Masyarakat berharap figur penggantinya kelak dapat memiliki keberanian dan kedekatan emosional yang sama dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil di masa-masa sulit bencana.