BRIN dan Polri Siap Uji Coba Metode ‘Ubi Bombing’ untuk Padamkan Karhutla Atas Arahan Presiden
--
FISHERYSKILL ID – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki strategi baru yang inovatif untuk mengatasi bencana tahunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan komitmennya untuk berkolaborasi bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menguji coba efektivitas metode pemadaman api menggunakan tepung berbahan dasar ubi atau singkong, yang kini populer dengan istilah "Ubi Bombing".
Langkah riset mendalam ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Kepala Negara secara khusus meminta agar inovasi pemadaman berbasis bahan baku lokal ini segera dikembangkan, divalidasi secara ilmiah, dan diuji coba dalam skala operasional yang lebih besar sebagai alternatif pendamping metode bom air (water bombing) konvensional.
Baca juga: Bejat! 3 Pria di Lombok Utara Ditangkap Usai Lakukan Tindakan Pemerkosaan ke Bocah 10 Tahun
Asal-usul Gagasan Ubi Bombing dan Ketertarikan Presiden
Istilah serta konsep ubi bombing ini pertama kali mencuat ke publik setelah dilaporkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden dalam rapat kedinasan. Kapolri mengungkapkan adanya temuan zat berbentuk tepung hasil inovasi swadaya dari seorang anggota Babinsa TNI di wilayah Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Bahan tepung organik yang terbuat dari singkong tersebut diklaim memiliki kemampuan unik untuk mengisolasi dan meredam kobaran api.
Mendengar paparan tersebut, Presiden menunjukkan ketertarikan yang sangat besar. Beliau menilai bahwa segala potensi sumber daya dalam negeri harus dikerahkan untuk mempercepat mitigasi karhutla secara efektif, menyeluruh, dan efisien. Presiden pun langsung memerintahkan jajarannya agar segera menyusun rancangan anggaran produksi massal serta meminta BRIN untuk memimpin validasi riset guna membuktikan keandalan teknologi kemasyarakatan tersebut secara objektif.
Kajian Saintifik BRIN Mengenai Karakteristik Tepung Singkong
Menanggapi mandat tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa secara teoritis dan prinsip ilmiah, pemanfaatan pati singkong untuk menjinakkan api adalah hal yang sangat masuk akal. Secara kimiawi, kandungan pati pada singkong dapat dimodifikasi menjadi material pemadam berbentuk gel atau bahan penahan api (fire retardant). Komponen organik ini bekerja meningkatkan retensi air dan menghambat perpindahan panas pada permukaan vegetasi yang terbakar.
Berdasarkan prinsip segitiga api atau fire tetrahedron, proses pembakaran membutuhkan bahan bakar, oksigen, panas, dan reaksi kimia berantai. Mekanisme ubi bombing diproyeksikan mampu memutus rantai reaksi tersebut. Ketika tepung yang telah diformulasikan disemprotkan atau dijatuhkan ke atas lahan, material tersebut akan mengembang membentuk lapisan pelindung kental yang menutupi pasokan oksigen, sehingga bara api di bawahnya dapat padam secara cepat sekaligus mencegah penyebaran api ke area sekitarnya.
Baca juga: Kabar Bahagia! Beauty Influencer Nanda Arsyinta Melahirkan Bayi Kembar di Tanggal Cantik
Meskipun secara skala kecil di masyarakat metode ini menunjukkan hasil positif, BRIN menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengujinya dalam skala kebakaran hutan yang sangat luas dan masif. Karakteristik kebakaran lahan di Indonesia, terutama pada area lahan gambut yang apinya dapat menjalar di bawah permukaan tanah, memerlukan formulasi campuran kimia tambahan khusus agar pemadaman berjalan optimal.
Guna merealisasikan hal itu, BRIN bersama Polri tengah menyiapkan serangkaian tahapan simulasi uji laboratorium serta pengujian lapangan terkontrol. Skenario yang tengah disiapkan meliputi teknis penyebaran tepung secara aerial menggunakan armada helikopter atau pesawat khusus, serta kesiapan pasokan bahan baku singkong dari sektor pertanian setempat. Kerja sama ini juga melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mensinkronisasikan taktik ubi bombing dengan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).
Melalui proses validasi berbasis data ilmiah ini, pemerintah berharap inovasi ubi bombing tidak hanya menjadi solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi Indonesia, melainkan mampu membuktikan bahwa bahan baku pangan lokal dapat ditransformasikan menjadi teknologi canggih penanggulangan bencana nasional.