Saturday 29th of August 2026

Mengenal Apa Itu Ubi Bombing, Inovasi Tepung Singkong Pemadam Karhutla yang Diuji BRIN-Polri yang Diklaim Jadi Pengganti Water Bombing

Mengenal Apa Itu Ubi Bombing, Inovasi Tepung Singkong Pemadam Karhutla yang Diuji BRIN-Polri yang Diklaim Jadi Pengganti Water Bombing

--

FISHERYSKILL ID  Istilah "Ubi Bombing" mendadak menjadi perhatian publik nasional setelah diperkenalkan dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang, Sumatera Selatan. Gagasan memanfaatkan bahan dasar ubi atau singkong untuk menjinakkan api ini menarik minat besar Presiden RI Prabowo Subianto yang kemudian memerintahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan pengujian ilmiah skala besar.

Metode ini diproyeksikan sebagai salah satu alternatif pendukung operasi pemadaman konvensional, khususnya untuk menekan ketergantungan pada bom air (water bombing) berbahan baku air murni yang kerap terkendala sumber pasokan di musim kemarau. Publik pun penasaran mengenai substansi di balik inovasi unik ini dan bagaimana sebuah komoditas pangan lokal dinilai mampu memadamkan kebakaran hutan yang masif.

Baca juga: Viral Suami Gerebek Istri Selingkuh di Tuban Saat Ketahuan Ngamar di Kos, Kedua Pelaku Ternyata Pegawai BPN

Asal-usul Penemuan Metode Ubi Bombing

Konsep pemadaman api menggunakan tepung singkong ini sebenarnya tidak lahir dari laboratorium canggih berbiaya mahal, melainkan dari inovasi swadaya di tingkat masyarakat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa ide ini berawal dari temuan kreatif seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI yang bertugas di wilayah Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Anggota TNI tersebut meracik zat berbentuk tepung dari bahan baku singkong lokal yang ternyata efektif memadamkan bara api dalam skala kecil. Temuan lapangan ini kemudian dilaporkan ke jenjang komando atas hingga menarik perhatian jajaran pimpinan Polri, sebelum akhirnya dipaparkan langsung di hadapan Presiden. Melihat potensi besarnya, Presiden meminta agar temuan kemasyarakatan tersebut diberikan dukungan pendanaan penuh agar bisa divalidasi keandalannya secara medis dan saintifik demi kepentingan mitigasi bencana nasional.

Mekanisme dan Cara Kerja Tepung Singkong Menjinakkan Api

Secara sains, penggunaan bahan berbasis pati (starch) dari singkong atau ubi untuk memadamkan api memiliki dasar teori kimia yang kuat. Kepala BRIN Arif Satria memaparkan bahwa zat kimia pada pati singkong memiliki karakteristik murni yang dapat dimodifikasi menjadi biomaterial pelindung atau zat penahan api (fire retardant).

Cara kerja material ini dapat dijelaskan melalui teori "segitiga api" (fire tetrahedron) yang menyatakan bahwa api membutuhkan oksigen, bahan bakar, panas, dan reaksi kimia berantai agar bisa terus menyala. Saat ubi bombing diaplikasikan—baik disemprotkan menggunakan tabung bertekanan di darat maupun dijatuhkan lewat udara (aerial)—tepung yang telah dimodifikasi tidak langsung disebar kering. Tepung tersebut diekstraksi dan dicampur zat tambahan untuk membentuk cairan gel kental.

Baca juga: Botok Pati Cs Duduk di Balkon Saksikan Pembahasan RUU Perampasan Aset, Siap Disahkan Desember 2026

Gel berbasis pati singkong ini bekerja dengan cara mengisolasi bahan bakar (vegetasi kering) dan membentuk lapisan film tipis di permukaan lahan. Lapisan kental ini meningkatkan retensi air secara drastis, menghambat perpindahan suhu panas, dan yang paling krusial adalah memisahkan pasokan oksigen dari titik api. Akibatnya, rantai reaksi pembakaran terputus dan bara api dapat padam dengan lebih cepat.

Meskipun teorinya menjanjikan, BRIN menegaskan bahwa tepung ubi bombing bukanlah obat ajaib pengganti seluruh sistem pemadam utama pada kebakaran hutan berintensitas tinggi. Periset Kimia Molekuler BRIN menyatakan teknologi ini dirancang sebagai instrumen pendukung untuk respons awal, lokalisasi sebaran api, serta mematikan titik-titik api kecil (spot fire) agar tidak meluas.

Tantangan terbesar yang kini sedang dikaji oleh tim gabungan BRIN dan Polri adalah implementasinya pada skala kebakaran hutan yang sangat luas serta efektivitasnya pada lahan gambut Indonesia. Kebakaran gambut dikenal rumit karena bara api bersembunyi di bawah permukaan tanah, sehingga memerlukan formula pengencer yang mampu meresap ke dalam lapisan organik.

Selain menguji daya padam, BRIN juga fokus melakukan validasi dampak lingkungan. Pengujian menyeluruh meliputi aspek biodegradabilitas, fitotoksisitas pada tanaman sekitar, serta potensi dampak residu pasca-pembakaran terhadap organisme tanah dan kualitas sumber air di sekitar hutan yang dipadamkan. Sinergi riset ini diharapkan segera rampung agar hasil uji klinis laboratorium dapat segera diimplementasikan dalam bentuk prototipe operasional di lapangan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST