Sunday 30th of August 2026

Miris! Balita 3 Tahun Dianiaya Sang Ibu Hingga Kritis di Malang, Ungkap Karena Sering Ngompol

Miris! Balita 3 Tahun Dianiaya Sang Ibu Hingga Kritis di Malang, Ungkap Karena Sering Ngompol

--

FISHERYSKILL ID –  Seorang balita berusia tiga tahun di Kota Malang, Jawa Timur, sedang menjalani perawatan intensif setelah diduga menjadi korban penelantaran dan penganiayaan. Kasus ini terungkap setelah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang melaporkan adanya pasien anak dalam kondisi kritis yang mengalami berbagai luka dan memar di tubuhnya.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota kemudian melakukan penyelidikan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Kedua tersangka tersebut adalah SM (21), ibu kandung korban, dan MA (26), pasangan SM.

Mereka diamankan di rumah orang tua MA di wilayah Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kepala Satreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Rahmad Aji Prabowo, menyatakan bahwa polisi memulai penyelidikan setelah menerima informasi dari RSSA mengenai kondisi korban.

"Setelah menerima informasi dan laporan, Unit PPA langsung melakukan penyelidikan, pemeriksaan serta mengamankan SM dan MA," ujar Kompol Aji pada Sabtu (29 Agustus 2026).

Baca juga: Kepala Biro PBJ Sumbar Mundur dari Jabatan Usai Rekaman CCTV Asusila Beredar, Kini Diberhentikan Sementara oleh Pemprov

"Fokus pertama kami mengarah ke penelantaran, kemudian mengungkap secara menyeluruh penyebab luka yang dialami korban dan memastikan proses hukum berjalan profesional," tambahnya.

Ditemukan Tidak Sadarkan Diri

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21 Agustus 2026), sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban diduga ditinggalkan oleh ibu kandungnya dan pasangan sang ibu di depan rumah nenek korban, LN (47), di kawasan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kondisi balita tersebut saat ditemukan sangat memprihatinkan. Korban dalam keadaan tidak sadarkan diri serta mengalami luka dan memar di berbagai bagian tubuhnya. Pihak keluarga kemudian segera membawa korban ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi juga menerima keterangan saksi yang menyebutkan bahwa sebelumnya korban dalam kondisi sehat dan memiliki berat badan normal. Namun, saat ditemukan, tubuh korban tampak jauh lebih kurus dan kondisinya kritis.

Informasi ini kini sedang didalami oleh penyidik ​​untuk menyusun kronologi kejadian yang dialami oleh korban.

Dugaan Penganiayaan Berulang

Penyidik ​​juga menemukan indikasi bahwa penganiayaan yang dialami korban bukanlah kejadian tunggal. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa dugaan penganiayaan tersebut bermula dari masalah korban yang sering mengompol dan buang air besar di celana.

"Modus yang sedang kami dalami, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga berawal dari persoalan anak sering mengompol dan buang air di celana. Dari sana ditemukan dugaan tindakan kekerasan terhadap korban," ujar Aji.

Baca juga: Kronologi Siswi SD di Lombok Diperkosa Bergilir 3 Pemuda di Dalam Rumah Kosong, Modus Nongkrong di Minimarket

Kendati demikian, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa secara utuh, lokasi kejadian, serta peran spesifik masing-masing tersangka.

Penyidik ​​juga terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk merekonstruksi peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Masih Menjalani Perawatan di PICU

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSSA Malang. Kondisi korban dilaporkan masih kritis. Sementara itu, SM dan MA sedang menjalani proses hukum di Polresta Malang Kota.

Polisi terus menyelidiki dugaan penelantaran dan penganiayaan tersebut, termasuk menentukan peran spesifik masing-masing tersangka dalam rangkaian peristiwa itu.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST