Alasan Peternakan Sapi Perah Legendaris Dago Dairy Bandung Tutup Permanen, Masalah Operasional Jadi Penyebab
--
FISHERYSKILL ID – Kabar mengejutkan datang dari industri peternakan dan kuliner lokal di wilayah Bandung, Jawa Barat. Peternakan sapi perah legendaris, Dago Dairy, yang terletak di kawasan perbukitan Buniwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, secara resmi mengumumkan berhenti beroperasi secara permanen. Keputusan mendadak ini memicu respons kesedihan mendalam dari para pelanggan setia serta warganet di media sosial.
Melalui pengumuman resmi yang dibagikan oleh sang pemilik, Mark Hallet (Mr. Mark) bersama istrinya, Yanti, penutupan ini didasari oleh kendala krisis operasional yang sangat serius. Selama hampir dua tahun terakhir, Dago Dairy terus-menerus menghadapi tantangan besar berupa kelangkaan tenaga kerja. Mereka mengaku sangat kesulitan untuk mencari karyawan atau pekerja baru yang bersedia mengelola peternakan sapi.
Pihak pengelola mengungkapkan realita yang cukup memprihatinkan mengenai dunia kerja saat ini. Berdasarkan pengamatan mereka selama dua tahun belakangan, minat generasi muda untuk bekerja di sektor peternakan sangatlah minim. Akibat kelangkaan sumber daya manusia tersebut, pekerjaan harian di peternakan terpaksa ditangani dengan tenaga yang sangat terbatas.
Kondisi ini menuntut pengelola yang tersisa untuk mengeluarkan tenaga ekstra setiap harinya. Kurangnya pekerja membuat salah satu pengelola harus bekerja secara maraton hingga dua shift penuh untuk memastikan operasional peternakan tetap berjalan. Dampaknya, pengelola kehabisan waktu luang yang cukup untuk merawat sapi dengan standar maksimal maupun melakukan perbaikan sarana kandang yang mulai rusak.
Selain faktor kelangkaan tenaga kerja di lapangan, keputusan berat untuk menutup usaha yang telah berjalan lama ini juga dipengaruhi oleh faktor keberlanjutan dari internal keluarga pemilik. Suksesi atau regenerasi kepemilikan peternakan dipastikan tidak dapat berjalan.
Kedua putra dari Mr. Mark dan Yanti diketahui saat ini menetap dan tinggal di Australia. Pihak keluarga menjelaskan bahwa meskipun anak-anak mereka sangat mencintai Indonesia, mereka secara pribadi tidak memiliki ketertarikan atau keinginan untuk meneruskan bisnis peternakan sapi perah tersebut di masa depan. Kombinasi antara kelelahan fisik karena kekurangan staf dan tidak adanya generasi penerus akhirnya mendorong pemilik mengambil keputusan bulat untuk menghentikan operasional.
Baca juga: Puan Maharani Beberkan Alasan Tak Temui Botok Pati Cs Saat Aksi Demo di Gedung DPR
Dago Dairy telah berdiri sejak sekitar tahun 2015 dan memantapkan posisinya sebagai salah satu produsen susu sapi segar berkualitas tinggi di kawasan Bandung. Peternakan ini dikenal luas karena memelihara sapi perah secara organik. Produk susu segar, yogurt, serta varian olahan susu lainnya diproses langsung dari peternakan menggunakan metode pasteurisasi suhu rendah demi menjaga kualitas, rasa alami, dan nutrisinya tetap optimal.
Selama bertahun-tahun beroperasi, Dago Dairy telah mendistribusikan pasokan produk premium mereka ke berbagai lini bisnis, mulai dari cafe, bakery, rumah sakit, hingga beberapa jaringan supermarket terkemuka di Kota Bandung. Tidak hanya menjadi tempat produksi, kawasan peternakan yang asri di Lembang ini juga kerap dijadikan sebagai destinasi wisata edukasi dan tujuan field trip bagi anak-anak sekolah untuk mempelajari proses beternak langsung di alam.
Sebelum resmi pamit, manajemen Dago Dairy menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan yang pernah bekerja, serta mengucapkan terima kasih mendalam kepada masyarakat, mitra bisnis, dan para pelanggan setia yang terus memberikan dukungan penuh selama bertahun-tahun lamanya.