Saturday 22nd of August 2026

Nama El Rumi Terseret Isu Pelecehan Akun Anonim EJR di Threads, Kuasa Hukum Buka Suara

Nama El Rumi Terseret Isu Pelecehan Akun Anonim EJR di Threads, Kuasa Hukum Buka Suara

--

FISHERYSKILL ID  Nama musisi sekaligus figur publik Ahmad Jalaluddin Rumi, atau yang akrab disapa El Rumi, mendadak menjadi pusat perhatian netizen di berbagai platform digital. Putra kedua dari pasangan musisi legendaris Ahmad Dhani dan Maia Estianty ini terseret dalam pusaran spekulasi liar setelah sebuah unggahan dari akun anonim di media sosial Threads menjadi viral sejak Rabu, 19 Agustus 2026.

Isu tersebut berawal dari curhatan seorang pengguna akun yang mengaku sebagai korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang "artis muda ternama" dengan inisial EJR. Akibat kecocokan inisial nama belakang serta petunjuk wilayah tempat tinggal yang ditulis oleh pengunggah, sejumlah warganet secara sepihak langsung mengaitkan dan menuduh El Rumi sebagai sosok pria di balik inisial tersebut, meskipun tanpa adanya bukti yang valid.

Baca juga: Peran Mulyono, Keponakan Rektor UNSOED yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Maba

Baca juga: Lolos Visitasi Kemenhaj, Bandara Dhoho Kediri Siap Jadi Embarkasi Haji Baru pada 2027

Kronologi Awal Mula Munculnya Isu EJR yang Viral

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari materi unggahan akun Threads tersebut, sang pengunggah menceritakan pengalaman buruk yang diklaimnya terjadi beberapa tahun silam. Peristiwa tersebut bermula ketika korban pergi bersama terduga pelaku berinisial EJR dan seorang rekan lainnya berinisial NB ke kawasan Senayan, Jakarta Pusat sekitar pukul 20.00 WIB malam.

Dalam narasinya, akun anonim itu menyebutkan bahwa perjalanan pulang mereka justru berakhir di sebuah kediaman yang berlokasi di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di lokasi itulah, korban mengaku kehilangan kendali atas kesadaran tubuhnya setelah diminta menghirup asap rokok elektrik (vape) milik EJR.

Korban menduga kuat bahwa cairan vape tersebut telah dicampuri zat psikoaktif berupa THC (senyawa ganja) dengan dosis tinggi atau yang sering diistilahkan sebagai "dosis gorilla". Korban mengklaim bahwa tindakan seksual terjadi tanpa adanya persetujuan saat dirinya dalam kondisi tidak berdaya.

Respons El Rumi: Merasa Bingung dan Terganggu

Menanggapi bola liar opini publik yang semakin tidak terkendali, El Rumi akhirnya mengambil langkah tegas dengan menunjuk Aldwin Rahadian sebagai kuasa hukum resminya. Pihak El Rumi mengonfirmasi bahwa ramainya pemberitaan ini sangat mengganggu ketenangan dan aktivitas harian sang artis, terutama karena banyaknya kerabat serta media yang terus-menerus menghubungi untuk meminta kejelasan fakta.

Baca juga: Video Viral Kasir Indomaret Durasi 7 Menit Belum Terbukti, Warganet Diminta Waspada Link Phising

Baca juga: KPK Resmi Tahan MYN Alias Mulyono, Keponakan Rektor UNSOED dalam Kasus Suap Jalur Mandiri

"Klien kami, El Rumi, merasa sangat bingung dan terganggu dengan tuduhan tersebut karena ada banyak sekali orang yang mengonfirmasi kebenarannya. Dia sama sekali tidak tahu-menahu siapa sosok EJR yang dimaksud dan kejadian apa yang diceritakan dalam utas tersebut," tegas Aldwin Rahadian saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya.

Aldwin juga menambahkan bahwa tuduhan mengenai keterlibatan dengan zat THC atau tindakan asusila tersebut adalah persoalan yang sangat serius dan tidak sesuai dengan rekam jejak nyata kliennya.

Lebih lanjut, tim kuasa hukum El Rumi menyoroti kejanggalan dari akun penyebar isu tersebut. Netizen juga sempat menemukan bahwa akun Threads itu terindikasi menggunakan foto profil milik orang lain secara ilegal sebelum akhirnya menghapus foto tersebut setelah diprotes oleh pemilik foto aslinya. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya modus jahat dari pihak tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan reputasi nama baik El Rumi di mata publik.

Pihak El Rumi memberikan peringatan keras kepada pemilik akun anonim maupun warganet yang terus menggiring opini tanpa dasar bukti hukum.

Tim pengacara menegaskan saat ini tengah melakukan pemantauan ketat dan mengumpulkan bukti digital terhadap akun-akun yang menyebarkan fitnah tak berdasar. "Kami meminta kepada pihak yang mengklaim memiliki masalah untuk tidak bersembunyi di balik akun anonim. Jika merasa benar, silakan laporkan secara resmi melalui mekanisme hukum yang jelas. Jika narasi bohong ini terus disebarkan, kami tidak akan segan untuk mengambil langkah hukum pidana atas dugaan pencemaran nama baik," pungkas Aldwin.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST