Lolos Visitasi Kemenhaj, Bandara Dhoho Kediri Siap Jadi Embarkasi Haji Baru pada 2027
--
FISHERYSKILL ID – Bandara Internasional Dhoho Kediri dinyatakan siap secara infrastruktur untuk melayani penerbangan jemaah haji pada musim haji 1448 H / 2027 M. Kepastian ini diperoleh setelah Tim Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bersama perwakilan maskapai Saudia Airlines merampungkan visitasi teknis komprehensif di fasilitas bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, mengonfirmasi bahwa secara umum seluruh aspek operasional dan fasilitas di lapangan telah memenuhi standar penerbangan internasional berskala besar. Berdasarkan hasil pembahasan bersama pemerintah pusat, peluang keberangkatan jemaah langsung dari bumi Kediri kini telah mencapai 95 persen.
Baca juga: Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Pasir Timah Ilegal, 11 Tersangka Ditangkap
Baca juga: Motif Dendam Bullying, Kakak Beradik Jadi Pelaku Teror Pembakaran Sekolah di Gunungkidul
Langkah strategis menjadikan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji baru didasari oleh kebutuhan mendesak untuk memecah kepadatan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan Bandara Internasional Juanda.
Selama ini, Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai wilayah dengan jumlah kloter jemaah haji terbesar di Indonesia, sehingga fasilitas di Surabaya hampir tidak pernah beristirahat selama musim pemberangkatan.
Selain faktor kepadatan, keterbatasan teknis di Surabaya turut menjadi pertimbangan utama. Penerbangan haji Embarkasi Surabaya saat ini masih menghadapi tantangan berat karena landasan pacu Bandara Juanda belum mampu mengakomodasi pesawat berbadan lebar tipe Boeing 777-300 secara optimal.
Akibatnya, maskapai terpaksa menggunakan armada Airbus A330-300 yang membutuhkan transit teknis pengisian bahan bakar tambahan. Sebaliknya, Bandara Dhoho Kediri memiliki spesifikasi runway yang sangat memadai untuk langsung menerbangkan pesawat berbadan lebar komersial berkapasitas penuh menuju Arab Saudi.
Proyeksi Kuota 10 Ribu Jemaah dan Perluasan Wilayah
Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As'Adul Anam, memaparkan bahwa pada proyeksi penyelenggaraan haji 2027, Embarkasi Dhoho diperkirakan akan melayani minimal 10.548 jemaah. Basis utama jemaah berasal dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Eks Karesidenan Madiun (Mataraman Raya).
Baca juga: TRAGIS! Pelajar SMA dan Lansia Tewas dalam Insiden KRL di Kalideres, Begini Kronologinya
Guna memaksimalkan layanan, pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan wilayah cakupan bagi Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro. "Pertimbangan penambahan wilayah ini murni didasarkan pada aspek geografis, di mana jarak tempuh dari Jombang maupun Bojonegoro menuju Kediri jauh lebih dekat dan efisien jika dibandingkan harus memutar ke arah Embarkasi Surabaya," ujar As'Adul Anam.
Adopsi Konsep One Stop Service Berbasis Hotel
Berbeda dengan embarkasi konvensional, Embarkasi Dhoho Kediri direncanakan mengadopsi sistem tata kelola modern seperti yang diterapkan di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kemenhaj telah melakukan studi tiru untuk menerapkan konsep One Stop Service berbasis akomodasi hotel.
Artinya, dalam penyelenggaraan haji 2027 nanti, pemerintah tidak akan membangun kompleks gedung asrama haji konvensional yang baru. Sebagai gantinya, jemaah haji akan transit dan menginap di sejumlah hotel kemitraan yang tersebar di wilayah Kediri.
Di hotel tersebut, seluruh rangkaian proses pemeriksaan dokumen perjalanan oleh Imigrasi, pengecekan barang bawaan oleh Bea Cukai, skrining kesehatan oleh Badan Karantina Indonesia, hingga penyerahan gelang identitas akan diselesaikan dalam satu tempat sebelum jemaah diberangkatkan menggunakan bus menuju area airside bandara.
Baca juga: Istilah Sinte Adalah? Arti Unggahan Nikita Mirzani yang Diduga Sindir CEO Giorgio Antonio
Baca juga: Soniq Card Iqbaal Artinya Apa? Praz Teguh Ngaku Pernah Terdaftar Jadi Anggota Komunitas
Menindaklanjuti hasil visitasi fisik pada pertengahan Agustus 2026, pengelola bandara bersama seluruh pemangku kepentingan langsung menggelar Rapat Koordinasi Teknis di Hotel Grand Surya Kediri. Pertemuan tersebut berfokus pada sinkronisasi pengaturan slot waktu terbang, katering penerbangan, kesiapan ground handling, hingga pasokan avtur dari Pertamina Aviasi.
Pihak Saudia Airlines selaku salah satu maskapai resmi pembawa jemaah memberikan respons positif terhadap kesiapan kebersihan, tata ruang terminal, dan fasilitas navigasi udara di Bandara Dhoho. Kendati demikian, maskapai asal Arab Saudi tersebut diberikan tenggat waktu resmi hingga sebelum 20 September 2026 untuk menyusun serta menyerahkan draf rencana penerbangan formal kepada regulator kebandarudaraan Indonesia guna meresmikan rute penerbangan haji dari Kediri.