Pilu! Orangutan Sempurna Mati Usai Terdampak Asap Karhutla di Ketapang
--
FISHERYSKILL ID – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai kabar kematian Orangutan Sempurna yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, turut membawa dampak serius terhadap satwa liar. Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna ditemukan dalam kondisi kritis dan akhirnya mati setelah mendapatkan pertolongan dari petugas.
Sempurna ditemukan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara. Saat ditemukan, orangutan tersebut berada di sebuah parit kering yang terletak di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Kondisinya sangat lemah hingga tidak mampu berdiri dan mengalami gangguan pada pernapasan.
Baca juga: 8+ Aplikasi Pinjaman Online Bunga Rendah Diawasi OJK Terbaik 2026, Tenor Panjang dan Dijamin Aman
Keberadaan Sempurna pertama kali dilaporkan masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal.
Dalam kondisi darurat, Sempurna mendapatkan terapi oksigen serta cairan melalui infus. Sekitar pukul 11.30 WIB, satwa tersebut dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk memperoleh perawatan lebih lanjut. Namun, kondisi kesehatannya terus mengalami penurunan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, napas Sempurna semakin melemah dan kadar saturasi oksigennya tidak lagi dapat terdeteksi. Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung dan paru atau CPR setelah orangutan tersebut menunjukkan tanda-tanda berhenti bernapas. Upaya penyelamatan itu tidak berhasil dan Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB pada Minggu (30/8/2026).
Baca juga: BGN Pilih Gedung Bersejarah Graha Merah Putih Telkom Jadi Markas, Ini Dia Jadwal Pemindahannya
Untuk mengetahui kondisi tubuh serta faktor yang mungkin berkaitan dengan kematiannya, BKSDA Kalbar dan YIARI melakukan nekropsi pada 1 September 2026. Pemeriksaan menemukan perubahan patologis pada beberapa organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.
Pada bagian paru-paru ditemukan kongesti serta atelektasis parsial. Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan, perubahan tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap. Paparan asap dapat mengganggu fungsi pernapasan dan memicu hipoksia akut atau kekurangan oksigen dalam tubuh, yang kemudian diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian.
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan rasa duka sekaligus apresiasi kepada warga yang segera melaporkan keberadaan Sempurna.
“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,” ujar Murlan.
Murlan menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya penyelamatan satwa liar yang berada dalam kondisi darurat. Ia pun meminta warga segera menghubungi petugas apabila menemukan satwa yang sakit, terluka, atau terdampak karhutla.
“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.
BKSDA Kalimantan Barat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang membutuhkan pertolongan. Laporan dapat disampaikan kepada Balai KSDA Kalimantan Barat melalui layanan yang disediakan, khususnya untuk wilayah Kabupaten Ketapang.
Itulah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!