Profil Biodata Aiman Witjaksono, Presenter Berita Viral Usai Wawancara Melva Pardede saat Demo 27 Agustus 2026!
--
FISHERYSKILL ID – Jurnalis sekaligus aktivis Nury Sybli mengungkapkan kekecewaannya terhadap presenter TV Aiman Witjaksono. Persoalan ini muncul karena Aiman menampilkan wawancara dengan seorang pengemudi ojek daring perempuan bernama Melva Maria Rosa Pardede.
Menurut sang jurnalis, Aiman seharusnya tidak memberikan ruang bicara kepada Melva. Ada alasan kuat di balik keberatan ini: Melva sebelumnya menuduh aktivis Botok Pati menerima bayaran untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa di gedung DPR RI pada hari Kamis (27 Agustus 2026).
Ia mempermasalahkan keputusan Botok dan warga Pati untuk pulang setelah menyampaikan aspirasi mereka di depan gedung DPR/MPR RI. Saat demonstrasi berlangsung, AMPB—yang dipimpin oleh Supriyono alias Botok—memutuskan untuk meninggalkan kompleks DPR RI setelah proses mediasi.
Pihak DPR berjanji bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemulihan Aset akan disahkan paling lambat tanggal 15 Desember 2026. Hal ini menjawab tuntutan yang dibawa AMPB dari Pati ke Jakarta.
Selain menuduh Botok dibayar untuk unjuk rasa tersebut, Melva juga diduga bukanlah seorang pengemudi ojek daring. Seorang pengguna bernama Maulana Hidyam mengaku sebagai tetangga Melva.
"Ibu itu tetangga, dia bukan ojol dan dia bukan asli Jakarta, dia keturunan Sumatra, dan pernah jadi timses salah satu calon DPR RI," tulisnya.
Aiman Dikritik
Informasi yang dilansir dari tribunnews.com, Nury Sybli, jurnalis yang meliput langsung peristiwa tersebut, merasa kecewa karena stasiun televisi itu begitu mudah memberikan kesempatan bicara kepada Melva.
"KEPADA AIMAN WITJAKSONO : INEWS TV Kamis sore saya berada tepat di depan gerbang DPR RI. Massa aksi mulai bubar. Sebagian mahasiswa masih berorasi karena baru tiba. Saya berdiri persis di samping cameraman iNews yang kameranya terpasang di tripod. Tiba-tiba seorang perempuan berdiri tepat di depan kamera. Wajahnya siap tampil. Kamera pun menyala. Saya tersentak. Bukan karena ada orang bicara di depan kamera" tulisnya di akun media sosial Threads miliknya.
Nury menyatakan bahwa ia secara pribadi menyaksikan Melva mencari dukungan dari sekelompok orang di lokasi kejadian dengan menggunakan narasi yang provokatif.
"Tapi karena saya melihat bagaimana sebuah potongan emosi bisa begitu mudah diproduksi menjadi berita. Perempuan itu kemudian diketahui bernama Melva Maria Rosa Pardede. Ia melontarkan makian kepada warga Pati yang sudah meninggalkan DPR RI setelah menyampaikan tuntutannya.Dimana sebelumnya ia terlihat mengumpulkan dukungan sekelompok orang dengan narasi memprovokasi dengan luapan emosi" lanjutnya.
Ia mempertanyakan apakah jurnalis tersebut telah memverifikasi identitas Melva sebelum melakukan wawancara.
"Cameraman langsung menggeser tripod sambil menyalakan kamera. Sementara reporter perempuan menyiapkan mic yang siap disodorkan tanpa tanya mana identitas sebagai driver ojolnya. Saya setengah geram. Karena yakin rekaman ini akan viral dan menggeser isu utamanya. Pertanyaan saya sederhana saja : Sudahkah diverifikasi siapa dia ? Jelas tidak dilakukan. Benarkah profesinya seperti yang disampaikan ? Tidak ada bukti. Sudahkah warga Pati yang menjadi sasaran umpatan dimintai konfirmasi ?" tulisnya.
Ia juga menyinggung Aiman, sesama jurnalis yang telah berkecimpung di dunia pemberitaan sejak tahun 2001.
"Juga tidak ada kontak saat itu. Sudahkah konteks peristiwanya diperiksa sebelum tayang ?.. Entah. Aiman, kita sama sama tumbuh sebagai wartawan sejak 2001. Masih ingatkan, jurnalistik itu bukan lomba siapa paling cepat menyalakan kamera atau menggoreskan pena. Kamera boleh menyala dalam hitungan detik. Catatan boleh memenuhi buku. Tapi kebenaran tidak boleh diverifikasi belakangan. Sore itu saya menegur langsung reporter perempuan iNews yang berdiri tepat disisi cameraman," tambahnya.
"Saya meminta agar berita dibuat dengan lebih teliti, berimbang dan tidak menjadikan umpatan seseorang sebagai bahan untuk menggiring opini publik. "Cek dulu dia siapa. Jangan menjadi bagian pemecah belah rakyat. Yang kita tuntut itu pemerintah yang dzolim. Penguasa yang abai pada rakyatnya dan melindungi para koruptor. Jangan geser berita memaki kepulangan teman teman warga pati. Mbak hati hati." Kira kira itu kalimat yang saya sampaikan. Kenapa hati hati ?," tanyanya.
Ia mengakui bahwa sejak awal ia yakin video tersebut akan viral, namun ia menyayangkan sikap para jurnalis yang gagal membedakan adanya tindakan provokasi di tengah aksi protes.
"Karena saya yakin akan viral dan merusak perjuangan rakyat yang ingin negara ini adil. Karena saya ingin wartawan memahami provokator aksi itu bisa menjelma apa saja. Tentu saya khawatir, perjuangan rakyat akan rusak dengan cara cara negara menggeser perhatian. Contohnya berita umpatan perempuan Melva pada Botok. BERITA aksi bergeser : Dari tuntutan menjadi umpatan. Dari substansi menjadi keributan. Dari rakyat melawan kebijakan berubah menjadi rakyat melawan rakyat," ujarnya.
Nury mengingatkan semua pihak bahwa peran jurnalis melampaui sekadar memegang mikrofon.
"Dan ketika rakyat sibuk saling memaki, siapa yang paling diuntungkan ? Bukan rakyat. Saya tidak meminta media membela demonstran. Saya hanya meminta media melakukan pekerjaan dasarnya : VERIFIKASI. KONFIRMASI. BERIMBANG. Jangan jadikan kamera sebagai pengeras suara bagi siapa pun yang paling keras berteriak. Karena wartawan bukan sekadar orang yang membawa kamera dan mic," tegasnya.
Akhirnya, ia mengingatkan bahwa fungsi jurnalis adalah mengawal suara rakyat, karena jurnalis sendiri merupakan bagian dari masyarakat.
"Wartawan adalah penjaga agar suara tidak berubah menjadi fitnah, emosi tidak menyamar sebagai fakta, dan rakyat tidak diadu dengan rakyat. Selain tangan, nalar dan akal sehat juga harus bekerja. Bukankah kalian juga bagian dari rakyat ?
— Nury Sybli Aktivis. Wartawan.
#jurnalis #liputanmedia #inews #ruuperampasanaset #aksimasa Cc : Aiman Witjaksono," tandasnya.
Biodata Aiman Witjaksono
Melansir dari WIkipedia, Aiman Adi Witjaksono lahir 8 Juli 1978. Ia adalah seorang jurnalis dan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Sebelumnya Aiman cukup lama berkarya di RCTI sebagai reporter hingga Produser Eksekutif sekaligus penyiar.
Di RCTI, terakhir ia merupakan penyiar program berita Seputar Indonesia. Di Kompas TV sejak Januari 2012 hingga November 2022, ia menjadi pembawa acara Aiman, yang membahas mendalam dan mengungkap misteri dari berbagai isu terkini di tengah masyarakat.
Aiman menjadi Pemimpin Redaksi di MNC Group tetapi pada penghujung tahun 2023, Aiman cuti sementara dari dunia jurnalistik karena berkecimpung di dunia perpolitikan.
Aiman mulai pertama kali bergabung resmi bersama RCTI sejak bulan Mei 2002. Namun dunia Televisi bukanlah hal baru baginya. Sejak tahun 1980-an saat ia masih kanak-kanak, ia pernah menjadi bintang tamu program acara TVRI kala itu.
Sebelum bergabung di RCTI, Aiman yang hobi beladiri dan pelatih Tae Kwon Do ini juga pernah berkarier di media.com, yakni PT Kopitime Dot Com Tbk. (Afiliasi dari Perusahaan Grup Bakrie) sebagai Kepala Seksi Media E-Commerce B-to-B (Business To Business).
Pimpinan OSIS SMP 85 Jakarta dan Ketua MPK di SMA Negeri 34 Jakarta ini berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Industri-nya dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung, Jawa Barat di mana ia juga pernah aktif sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan aktif menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa internal serta kerap menulis di kampusnya.
Pada tahun 2004, Aiman terpilih sebagai pembawa acara utama siaran langsung "Pemilu Eksekutif dan Legislatif 2004". Selain itu Aiman juga berhasil meraih penghargaan sebagai "Juralis Muda Berprestasi” dari Departemen Luar Negeri RI pada tahun 2006.
Pada tahun 2010, Aiman berhasil lulus dalam studi isian S2 dibidang Manajemen Komunikasi dengan Sub Bidang Komunikasi Politik dan Media Massa di Universitas Indonesia.
Di sini kerja kerasnya tidak sia - sia. Ia berhasil meraih kategori LULUSAN TERBAIK pada Departemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, lulus dengan nilai paling tinggi dan predikat SUMMA CUM LAUDE.