Kronologi Wamen Dahnil Laporkan Anak Mario Teguh, Imbas Bongkar Pajak B 6008 DAS di Database Banten
--
FISHERYSKILL ID – Ario Kiswinar, putra Mario Teguh, memublikasikan rincian administratif terkait pelat nomor B 6008 DAS yang terpasang pada Vespa yang dikendarai oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kiswinar mengambil langkah untuk memeriksa basis data registrasi kendaraan wilayah Banten guna memperkuat tuduhannya. Sebelumnya, ia secara terbuka menyatakan—melalui komentar di platform media sosial Threads—bahwa pelat nomor pada sepeda motor klasik yang dikendarai Dahnil itu palsu.
"Saking sibuknya sampai plat vespanya aja bodong ya Nil. Sekelas Wakil Menteri Haji dan Umrah lho Nil. Masa iya nggak mampu sih Nil? Ckk ckk ckk Nil Nil gaya lo Nil," tulis Kiswinar.
Baca juga: Motif Dendam Bullying, Kakak Beradik Jadi Pelaku Teror Pembakaran Sekolah di Gunungkidul
Perselisihan ini bermula ketika Dahnil mengunggah foto dirinya sedang mengendarai Vespa usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI. Dalam unggahan tersebut, Dahnil menceritakan bagaimana ia menyempatkan diri mampir ke kedai kopi sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
"Sejak pagi kami hadir raker bersama Komisi 8, sore ini selesai rapat, sebelum kembali ke rumah, saya dan @gus.irfanyusuf mampir melepas lelah dan dahaga dulu di kedai kopi," tulisnya.
Kiswinar kemudian memberikan tanggapan langsung di kolom komentar. Selain mempertanyakan soal pelat nomor, awalnya ia menyoroti kondisi fisik sepeda motor tersebut, dengan mencatat bahwa motor itu hanya memiliki satu kaca spion.
Ia juga mengomentari gaya berkendara Dahnil, serta membandingkannya dengan momen sebelumnya saat Dahnil terlihat menggunakan kereta komuter (KRL).
"Sibuk banget sipaling merakyatnya. Kemarin naik KRL, dengan aspri bawain barang. Sekarang naik Vespa spionnya cuma satu. Sungguh wadadidaw anda ini.," tulisnya.
Dahnil sempat memberikan tanggapan singkat terhadap komentar awal tersebut.
"Iya mas. Sibuk Mas. Salam hormat," jawabnya.
Namun, situasi memanas ketika muncul dugaan mengenai pelat nomor palsu, setelah Kiswinar mengaku tidak menemukan data apa pun untuk pelat nomor B 6008 DAS saat pertama kali memeriksanya melalui aplikasi layanan informasi kendaraan resmi.
Menanggapi tuduhan soal pelat palsu tersebut, Dahnil mengeluarkan pernyataan melalui akun media sosialnya. Ia menganggap pernyataan Kiswinar sebagai tindakan fitnah yang merusak reputasinya dan menegaskan niatnya untuk menempuh jalur hukum terkait masalah ini.
Baca juga: Resmi Rilis di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkap Redmi 17 Baterai 7.500 mAh
Baca juga: Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Pasir Timah Ilegal, 11 Tersangka Ditangkap
"Mas sy lapor secara resmi ya fitnah anda ini. Silahkan dipertanggungjawabkan secara hukum, sebagai pembelajaran bagi anda dan banyak pihak yg terbiasa ringan menebar fitnah dan benci," tulisnya.
Ario Kiswinar Mengungkap Data Pajak Samsat Banten
Ancaman pelaporan ke polisi tidak menyurutkan langkah Kiswinar. Sebaliknya, ia mengunggah tangkapan layar berisi data digital dari layanan informasi kendaraan resmi Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat temuannya.
Data digital yang dibagikan itu menunjukkan bahwa pelat nomor B 6008 DAS terdaftar atas nama sebuah skuter Vespa 150cc keluaran tahun 1974.
Meskipun menggunakan kode pelat "B" (yang biasanya dikaitkan dengan wilayah Jakarta), catatan administrasi kendaraan klasik berwarna biru tersebut terdaftar di wilayah Banten.
Dokumen dari sistem Samsat Banten merinci riwayat registrasi kendaraan tersebut, yang menunjukkan bahwa registrasi baru saja diproses pada tanggal 22 Agustus 2026.
Selain tanggal registrasi, informasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menunjukkan bahwa batas waktu pembayaran berikutnya adalah 21 Agustus 2027. Sementara itu, masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tercatat aktif hingga 21 Agustus 2031.
Baca juga: Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Pasir Timah Ilegal, 11 Tersangka Ditangkap
Kiswinar menggunakan data ini untuk menanggapi rencana Dahnil yang ingin melaporkannya ke polisi.
Ia mempertanyakan dasar pelaporan tersebut, sekaligus melontarkan komentar tajam mengenai status kepatuhan pajak kendaraan itu, yang tampaknya baru diselesaikan setelah masalah tersebut menjadi bahan perbincangan publik.
"Izin ini bagaimana ya. Saya mau dilaporkan karena berhasil membuat anda taat pajak apa bagaimana ini" tulis Kiswinar dalam unggahannya.