Saturday 15th of August 2026

Viral Anak Disiksa Ayah di Purwakarta, Ibu Tiri Sebut Video Kekerasan Hanya Sandiwara Untuk Dapatkan Uang

Viral Anak Disiksa Ayah di Purwakarta, Ibu Tiri Sebut Video Kekerasan Hanya Sandiwara Untuk Dapatkan Uang

--

FISHERYSKILL ID - Berikut adalah informasi mengenai Viral Anak Disiksa Ayah di Purwakarta yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!

Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet geleng-geleng kepala. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah Viral Anak Disiksa Ayah di Purwakarta yang mencuri perhatian warganet. Walaupun sudah didalami oleh pihak kepolisian, sang Ibu memberikan klarifikasi mengejutkan.

Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!

Baca juga: Sindikat Online Scam Indonesia Desk Resmi Beroperasi, Solusi Kasus Penipuan Daring WNI di Kamboja

Baca juga: Kronologi Penganiayaan Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo oleh Pegawai KSOP, Korban Tak Berani Melawan

Viral Anak Disiksa Ayah di Purwakarta

Polisi menangkap PY, seorang pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya, N (6), setelah video kekerasan tersebut viral di media sosial. Terduga pelaku, ayah korban, ditangkap oleh Unit Investigasi Kriminal Polrete Purwakarta di rumahnya di Kecamatan Purwakarta tanpa perlawanan.

Ketua RT setempat, Tarmad (63), menyatakan bahwa video yang menunjukkan dugaan kekerasan terhadap anak tersebut sengaja direkam untuk memaksa istri Puad, yang tinggal di Arab Saudi, mengirimkan uang kepadanya.

Baca juga: Apa Arti Desil 4? Ini Posisi Ekonomimu, Bukan Miskin Tapi Rentan

"Video itu sengaja direkam untuk mendapatkan uang dari istrinya, yang bekerja di Arab Saudi," kata Tarmad kepada Tribunjabar.id saat wawancara di tempat kejadian pada Kamis sore (13 Agustus 2026).

Anak dalam video tersebut adalah anak kandung Puad dengan istri keduanya, yang saat ini bekerja sebagai pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. Kepala Humas Polrete Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, juga menyampaikan kecurigaan serupa tentang motif perbuatan tersebut. Menurut polisi, kekerasan tersebut dilakukan untuk memaksa istri Puad, yang bekerja di luar negeri, untuk segera mengirimkan uang kepada pelaku.

Meskipun video dugaan kekerasan tersebut viral di media sosial pada Agustus 2026, polisi mengklaim insiden tersebut terjadi jauh lebih awal. Hendra menyatakan bahwa kejadian itu terjadi pada Februari 2025, sekitar pukul 13.00 (waktu setempat), di rumah pelaku.

"Insiden tersebut terjadi pada Februari 2025 pukul 13.00 (waktu setempat) di rumah pelaku, yang terletak di Jalan Kolonel Rahmat, Desa Citalang, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta," katanya.

Baca juga: Siap-Siap Rekening Gemuk! Mudah dan Cepat, Begini Cara Cek PIP Kemendikdasmen Agustus 2026

Baca juga: Cetak Sejarah Baru, Ivan Gunawan Terima Piagam Rekor MURI di Jakarta dengan Koleksi Batik Sekar Jagat Madura

Kasus ini menarik perhatian publik setelah video dugaan kekerasan tersebut beredar di masyarakat. Polisi telah meluncurkan penyelidikan dan saat ini sedang menganalisis kronologi dan motif di balik rekaman tersebut.

Pernyataan Ibu Tiri

Selama proses hukum yang sedang berlangsung, muncul keterangan yang saling bertentangan dari keluarga Puad. Ibu tiri korban, Siti So Seen, membantah bahwa anak laki-laki itu telah mengalami pelecehan seperti yang digambarkan dalam video tersebut. Menurutnya, adegan itu hanyalah sandiwara atau akting selama panggilan video yang dilakukan Puad dengan ibu kandungnya, yang tinggal di Arab Saudi.

Baca juga: Biodata Gunil Eks Leader Xdinary Heroes Buntut Kontroversi Setelah Kontraknya Diputus

"Itu adalah panggilan video antara ayahnya dan ibunya, karena ibunya tidak mengirimkan apa pun. Itu hanya sandiwara untuk ibunya; ayahnya tidak pernah melecehkannya. Itu hanya akting. Jika dia mengalami pelecehan, saya (ibu tirinya), yang membesarkannya sejak kecil, akan membelanya," kata Siti dalam sebuah wawancara di rumahnya pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.

Siti menjelaskan bahwa masalah dimulai ketika keluarga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan anak laki-laki itu, termasuk biaya sekolah dan kebutuhan pokok. Menurutnya, komunikasi dengan ibu kandung korban terputus selama sekitar satu bulan, sehingga menyulitkan keluarga untuk membahas kebutuhan tersebut.

Itulah informasi mengenai Viral Anak Disiksa Ayah di Purwakarta yang perlu kamu tahu. Ikuti kami terus untuk update berita viral tanah air terkini!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST