Kronologi Penganiayaan Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo oleh Pegawai KSOP, Korban Tak Berani Melawan
--
FISHERYSKILL ID - Berikut adalah informasi mengenai Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!
Aksi kriminal masih kerap terjadi di Indonesia setiap harinya. Jenisnya sangat beragam, mulai dari kejahatan jalanan seperti begal dan perampokan hingga tindakan yang membahayakan nyawa. Belakangan ramai di media sosial yang menunjukan sebuah rekaman video yang memperlihatkan Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo yang dianiaya oleh pegawai KSOP.
Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis!
Baca juga: Apa Arti Desil 4? Ini Posisi Ekonomimu, Bukan Miskin Tapi Rentan
Baca juga: Mingyu SEVENTEEN di Jakarta Hadiri Acara Pop-up Dior, Sampaikan Pesan Manis Sebelum Wajib Militer
Kronologi Penganiayaan Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo
Engelbertus Abung, seorang petugas penjaga gerbang parkir di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penyerangan. Dini hari Jumat, 13 Februari 2026, ia diserang oleh seorang karyawan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo (KSOP) di dekat gerbang masuk pelabuhan.
Engelbertus menceritakan kejadian tersebut: Ia diserang oleh seorang karyawan bernama Samuel setelah membuka gerbang saat sebuah kapal tanker PT Pertamina sedang melintas. Setelah kapal tanker Pertamina meninggalkan pelabuhan, Engelbertus tiba-tiba dimarahi dan dipukul oleh Samuel.
“Sebuah truk tangki Pertamina besar hendak berangkat. Setelah kami selesai melayani kendaraan, Samuel dari KSOP tiba-tiba mendekati kami dari belakang. Begitu kami melangkah keluar gerbang, dia menjadi marah dan menghampiri saya, menuntut, 'Mengapa kamu membuka gerbang?'” “Dia langsung memukul saya. Saya punya rekaman videonya,” kata Engelbertus pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Baca juga: Daftar Event Jakarta Agustus 2026: Intip Kemeriahan HUT ke-81 RI
Engelbertus terkejut bahwa Samuel menyerangnya hanya karena membuka gerbang untuk masuk ke truk tangki Pertamina, karena itu biasanya perilakunya.
“Dia selalu seperti ini. Saya tidak tahu saat itu malam hari. Mungkin ada masalah. Saya tidak tahu. Dia tidak berkoordinasi dengan kami, yang berada di depannya,” kata Engelbertus.
Engelbertus dipukul beberapa kali di wajah dan kepala. Setelah dipukul empat kali di wajah dan kepala, Engelbertus mencoba meminta bantuan dari seorang teman di ruangan sebelah gerbang tempat parkir. Samuel masuk ke ruangan dengan helm. Di dalam ruangan, Samuel mencoba memukul Tuan Engelbertus lagi.
"Lalu saya lari ke dalam ruangan dan memanggil teman lain yang ada di dalam. Teman saya mengikuti saya dengan helm. Dan kemudian saya diancam di dalam ruangan," kata Tuan Engelbertus.
Engelbertus meninggalkan ruangan. Samuel mengikutinya lagi. Ketika Samuel mencoba memukulnya lagi, Engelbertus menyerah. Samuel akhirnya berhenti memukulnya.
Baca juga: Ironi Startup Phia: Phoebe Gates Anak Bill Gates Tersandung Skandal Penipuan Digital
"Saya segera keluar, tetapi dia masih mengikuti saya. Begitu di luar, dia mencoba memukul saya. Saya berkata kepadanya, 'Jika kamu ingin memukulku, silakan.' Dia tidak berani memukul saya lagi. Kemudian dia mulai melontarkan berbagai macam hinaan," jelas Tuan Engelbertus.
"Kemudian saya lari ke tempat parkir KSOP dan melaporkannya kepada dua karyawan KSOP. Mereka datang bersama saya untuk bertemu dengan Tuan Samuel. Mereka kemudian mengoordinasikan respons di depan, tetapi saya panik dan tidak menyadarinya," tambahnya.
Petugas Parkir Tak Berani Melawan
Engelbertus menyatakan bahwa ia tidak melawan karena pegawai KSOP Labuan Bajo tersebut mengenakan seragam. Ia mengakui bahwa ia menyerah setelah dipukul empat kali oleh pegawai tersebut, yang mengaku bernama Samuel.
"Dia mengenakan seragam, jadi saya tidak bisa melawan," kata Engelbertus, yang berasal dari distrik Pakar di provinsi Manggarai Barat.
Baca juga: Siap-Siap Rekening Gemuk! Mudah dan Cepat, Begini Cara Cek PIP Kemendikdasmen Agustus 2026
Akibat penyerangan tersebut, Engelbertus mengeluhkan sakit mata, dahi bengkak, pusing, dan mual. Engelbertus membuat laporan polisi di kantor polisi Manggarai Barat dan menjalani otopsi.
Meningkatnya angka kejahatan di sekitar kita menunjukkan bahwa masyarakat perlu waspada di luar rumah, karena kejahatan dapat terjadi di waktu dan tempat yang tidak terduga.
Itulah informasi mengenai Petugas Parkir Pelabuhan Marina Labuan Bajo yang perlu kamu tahu. Pastikan kamu ikuti kami terus untuk dapatkan berita terkini dari tanah air!