Ketua Komite SMKN 1 Mempawah Hilir Bantah Kerahkan Siswa untuk Demo soal Video Viral, Begini Klarifikasinya!
--
Baca juga: Goa Misterius di Bondowoso Muncul Secara Misterius, Ini Hasil Penyelidikan Disparbudpora
Ia mengaku sempat diminta mendampingi beberapa siswa yang ingin melakukan audiensi. Menurut Aidi, kehadirannya bertujuan menjaga agar penyampaian aspirasi berjalan aman dan tidak disusupi pihak lain.
“Anak-anak mau audiensi, kemudian minta saya mendampingi. Maksud kami supaya tidak terjadi demo dan audiensinya berlangsung dengan sopan, tidak emosi, serta keamanan tetap dijaga,” jelasnya.
Pada awalnya, kata Aidi, hanya sekitar empat siswa yang datang untuk menyampaikan keinginan bertemu pihak sekolah. Mereka kemudian berdiskusi dengan Ketua Komite dan menyampaikan permintaan agar guru yang dikaitkan dengan video tersebut tidak lagi mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.
Baca juga: Nasi Goreng Kopi di Surabaya Viral Wajib Dicoba, Makanan Unik Dekat Kampus UNAIR Inovasi Mbah Darman
Namun, situasi berubah ketika Aidi tiba di sekolah. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa jumlah siswa yang berkumpul telah bertambah banyak.
“Saya tidak tahu kalau sampai di sekolah sudah ramai. Saya datang untuk mendampingi audiensi. Tidak pernah ada perintah atau izin dari sekolah maupun komite untuk melakukan demo,” katanya.
Aidi tetap memilih mendampingi siswa setelah melihat kondisi di lapangan. Ia meminta para siswa menahan diri dan membawa tuntutan mereka ke forum audiensi bersama pihak sekolah.
“Jadi di sini saya tegaskan bahwa tidak benar saya selaku Ketua Komite yang menggalang para siswa untuk berunjuk rasa,” ungkapnya.
Baca juga: Desta Keluar dari Vindes Corp, Ngaku Berat Ambil Keputusan Berpisah Setelah 5 Tahun Bersama